Indeks BoyzForum! - forum gay Indonesia BoyzForum! - forum gay Indonesia
www.boyzforum.com
 FAQ  •  Pencarian  •  Anggota  •  Group   •  Pendaftaran  •  Profil  •  Login ke Pesan Pribadi Anda  •  Login


 GAY BUKAN PENYAKIT Topik selanjutnya
Topik sebelumnya
 Kirim balasan
Pengirim Message
anak agung
Master Star!
Master Star!


Sejak: 04 Nov 2003
Post: 82

PostDikirim: Sab Jul 03, 2004 10:02 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Fenomena homoseksual sudah ada sejak zaman dulu. Di Yunani kuno ada dikisahkan sebuah pulau yang khusus untuk kaum Lesbi, namanya Pulau Lesbos, yang dari sinilah istilah Lesbi berasal.

Para ahli atau pakar-pakar kedokteran, Psikologi maupun profesional lain sependapat bahwa homosek bukan penyakit atau kelainnan perilaku apapun. Homoseks juga bukan tren, karena ini berhubungan dengan orientasi seksual seseorang yang terbentuk pada masa kecil.


OREINTASI SEKSUAL

Orientasi skesual adalah ketertarikan fisik dan emosi terhadap orang lain, yang digambarkan sebagai garis lurus dengan kedua ujung, homoseks murni dan hetero murni. Orientasi seksual seseorang jatuh pada titik di dalam garis tersebut. Bisa di ujung kanan, di ujung kiri, di tengah-tengah, agak ke kanan, agak ke kiri dan seterusnya.

Orang yang punya orientasi seksual jatuh pas di tengah-tengah adalah biseksual. Teori dari Freud pakar Psikologis dari Jerman ini menerangkan kenapa ada orang yang sangat hetero (100%), sangat homo (100%), 70% hetero, 70% homo biseksual dll.

Sebelum memasuki masa puber, pada dasarnya anak-anak adalah biseksual, dan orientasi skesual ini terbentuk sampai menjelang dewasa (puber).


PENENTU ORIENTASI SEKSUAL

Faktor penentu bisa faktor biologis, seperti keturunan, hormon, kromosomal ataupun kadar zat kimia di dalam otak.

Juga karena faktor lingkungan, budaya, nilai-nilai masyrakat, dan pengalaman lain semasa kecil.

Tingkat Orientasi Seksual tiap orang berbeda secara fisik maupun lingkungan. Jadi ngga ada satu hal pasti yang menentukan orientasi Seksual seseorang. Pada umunya Orientasi seksual ini ngga akan berubah setelah usia remaja awal, yaitu sekitar 12 sampai 13. Nah kalau ada yang baru nyadar bahwa dia gay pas sudah gede, artinya selama ini dia memang belum ngeh saja.

Orientasi Seksual asli seseorang memang tidak bisa diubah, bahkan dengan terapi yang paling intensif sekalipun (kalau terapi memperbesar penis bisa dengan Mak Erot).

GAY TIDAK MENULAR

Karena memang bukan penyakit, maka homoseksual juga ngga bisa ditularkan pada orang lain (di SMU dulu hanya saya seorang yang di dikelas, padahal saya aktif di semua kegiatan, Pramuka, PMR, Pencinta Alam, Kesenian dan Rohis).

Namun biasanya ada rasa takut dari kaum hetero saat berdekatan atau bergaul dengan kaum gay. Ketakutan yang besar sehingga muncul rasa anti atau homophobia (misalnya Saudara Freid, pada hal Istri Nabi Luthpun seorang Lesbi dan juga anak-anakya ).

Artikel ini saya kutip dari Majahal Gadis N0. 21/XXX/5-15 Agustus 2003, halaman 64-65
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
dreamland_boy
Superstar!
Superstar!


Sejak: 03 Jun 2004
Post: 482
Lokasi: Bali

PostDikirim: Sab Jul 03, 2004 11:06 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Pada intinya GAY memang bukan penyakit tapi GAY tetap saja dikategorikan TIDAK NORMAL itu yang harus kita terima dan kita tidak bisa menghindar dari hal itu.



DOKTER CINTA................
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
anak agung
Master Star!
Master Star!


Sejak: 04 Nov 2003
Post: 82

PostDikirim: Sen Jul 05, 2004 9:39 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

dreamland_boy wrote:
Pada intinya GAY memang bukan penyakit tapi GAY tetap saja dikategorikan TIDAK NORMAL itu yang harus kita terima dan kita tidak bisa menghindar dari hal itu.



DOKTER CINTA................




Dreamland, jangan berkecil hati, karena menurut para psikologi gay itu orientasi yang normal adanya, seperti misalanya tidak semua orang suka warna merah, atau tidak semua orang suka durian.
Sekali kalau melihat dari sudut medis, psikologi, silakan saja menjadi gay atau hetero, karena semua berangkat dari awal orientasi seksual kita.
Para pakar sosialpun banyak memahami fenomena gay ini, jadi tetaplah semangat gairah ilmu dan bekerja secara profesional.

JANGAN TANGGUNG
JANGAN KEPALANG
HIDUP DI DUNIA HANYA SEKALI

SATU BUMI
SATU UMAT MANUSIA
DAN SATU MASA DEPAN
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
adi_jayanto
Megastar!
Megastar!


Sejak: 12 Apr 2004
Post: 1302
Lokasi: Margahayu Raya, Bandung

PostDikirim: Sen Jul 05, 2004 5:22 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

anak agung wrote:
Dreamland, jangan berkecil hati, karena menurut para psikologi gay itu orientasi yang normal adanya, seperti misalanya tidak semua orang suka warna merah, atau tidak semua orang suka durian.


uuppsss salah man! menurut ILMU psikologi, gay tetap dianggap kelainan seksual, tetapi bukan penyakit.

CMIIW
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
tamu
Tamu





PostDikirim: Sen Jul 05, 2004 5:29 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

adi_jayanto wrote:
anak agung wrote:
Dreamland, jangan berkecil hati, karena menurut para psikologi gay itu orientasi yang normal adanya, seperti misalanya tidak semua orang suka warna merah, atau tidak semua orang suka durian.


uuppsss salah man! menurut ILMU psikologi, gay tetap dianggap kelainan seksual, tetapi bukan penyakit.

CMIIW




Ada datanya nga pernyataan kamu, soalnya yang aku tahu sama seprti pendapat Anak Agung

Laporkan ke Moderator
dody
Master Star!
Master Star!


Sejak: 04 Nov 2003
Post: 60

PostDikirim: Sen Jul 05, 2004 5:51 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

adi_jayanto wrote:
anak agung wrote:
Dreamland, jangan berkecil hati, karena menurut para psikologi gay itu orientasi yang normal adanya, seperti misalanya tidak semua orang suka warna merah, atau tidak semua orang suka durian.


uuppsss salah man! menurut ILMU psikologi, gay tetap dianggap kelainan seksual, tetapi bukan penyakit.

CMIIW



Mas Adi_jayanto, boleh tau nga latar belakang mas. Sebab yang saya tahu Mas Agung bilang begitu dengan refensi dari latar belakang pendidikannya, tentang masalah-masalah sosial. Nga tau deh kalo ternyata mas Adi ini psikolog
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
abadi
Tamu





PostDikirim: Sen Jul 05, 2004 7:56 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

dody wrote:
adi_jayanto wrote:
anak agung wrote:
Dreamland, jangan berkecil hati, karena menurut para psikologi gay itu orientasi yang normal adanya, seperti misalanya tidak semua orang suka warna merah, atau tidak semua orang suka durian.


uuppsss salah man! menurut ILMU psikologi, gay tetap dianggap kelainan seksual, tetapi bukan penyakit.

CMIIW



Mas Adi_jayanto, boleh tau nga latar belakang mas. Sebab yang saya tahu Mas Agung bilang begitu dengan refensi dari latar belakang pendidikannya, tentang masalah-masalah sosial. Nga tau deh kalo ternyata mas Adi ini psikolog



Apa bener Mas Adi psikolog? Sebagai setahu saya gay itu orientasi yang normal juga.

Laporkan ke Moderator
adi_jayanto
Megastar!
Megastar!


Sejak: 12 Apr 2004
Post: 1302
Lokasi: Margahayu Raya, Bandung

PostDikirim: Sel Jul 06, 2004 5:50 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

aku males nerjemahin... tapi singkatnya...


History
The history of psychology and homosexuality begins with the advent of psychology itself. The diagnosis of homosexuality as a psychological disorder or perversion, and thus as a predisposition, ironically contributed to its final classification as a separate sexual orientation. From then on, until its declassification as a psychological disorder in the 1970s, the psychology of homosexuality was frequently used to criminalize homosexuality itself. The emphasis shifted: instead of punishing the homosexual act, homosexuals were to be forcibly 'cured' under the law.

The first attempts to classify homosexuality as a disease were made by the fledgling European sexologist movement in the late nineteenth century. In 1886 noted sexologist Richard von Krafft-Ebig listed homosexuality along with 200 other case studies of deviant sexual practices in his definitive work, 'Psycopathia Sexualis'. In his work 'Sexual Inversion' Havelock Ellis first theorised on the origins of homosexuality, proposing that homosexuals, or 'inverts', were the product of a combination of upbringing and biological factors and that those not predisposed to homosexuality could become so if they had 'weak characters' and were so influenced.

Various other theories were exposed by sexologists along the lines that homosexuality was a physical disease, a 'third sex' or a psychological aberration. Most concluded that homosexuality was a curable condition. Various 'cures' were proposed including castration, hypnosis and aversion therapy.


Psychology and homosexuality
In 1896 Sigmund Freud's published his ideas on psychoanalysis. Dealing as it did with sexual urges, psychoanalysis was frequently used in the treatment of homosexuality, and much discussion of psychoanalysis was devoted to the issue of homosexuality as a paraphilia, or sexual disorder. For example, psychoanalysts theorised that castration anxiety was the basis for male homosexuality.

Because homosexuals were classified as mentally ill they were prevented from entering psychoanalytic training. This had the effect of preventing homosexuals from having a voice in the formation of psychoanalytical theory and this state of affairs persisted.

The rise of psychoanalysis popularised the idea of homosexuality as a disease. This increased the number of homosexuals placed in mental hospitals and prisons. Researchers attempted to use a variety of therapies to cure homosexuality, including "aversion therapy, nausea producing drugs, castration, electric shock, brain surgery, breast amputations, etc."[1].


The Post-War Years
The post-war era was seen as the start of the process to the eventual declassification of homosexuality as a psychological disorder. Evelyn Hooker carried out the first studies on non-patient groups of homosexuals and revealed many misconceptions regarding homosexuality on the part of the psychological community. Previous studies had been carried out purely on patient and prison groups of homosexuals. In particular, Hooker discovered there was no specific psychopathology linked to homosexuality and that there was as much psychological diversity in the homosexual psychology as in the heterosexual. These findings came as a surprise to many in the mental health professions at the time.

Similarly, the Kinsey report also revolutionised thinking on sexuality, and homosexuality in particular.


Declassification
In 1973 the American Psychiatric Association removed homosexuality from the revised Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) after intense debate. They stated that homosexuality "does not necessarily constitute a psychiatric disorder." Effectively, this saw its official acceptance as a viable sexual orientation and saw the increase in gay liberation throughout the Western world.

Many other associations across the world followed suit soon after. The American Psychoanalytic Association made similar steps and began accepting openly homosexual men and women. However, it wasn't until 1992 that the World Health Organisation ceased to classify homosexuality as a mental disorder, followed by the Chinese Psychiatric Association in 2001.


Issues
The declassification of homosexuality has largely ended the discussion of homosexuality as a mental disorder, at least among mental health professionals. This has allowed a much wider discussion of the origins of homosexuality, and in general what sexuality is.


Homosexuality as curable psychological disorder
As discussed above, the concept of 'curing homosexuality' or 'homosexuality as a disease' has been largely dismissed by mental health professionals. However, there persists a religious movement expounding an 'alternative' psychology that still regards homosexuality as a disorder and one that is curable through 'conversion' or reparative therapies.


lebih lengkap http://www.portaljuice.com/homosexuality_and_psychology.html

soal ini diteliti oleh freud, dari 1896 (sosiolog en psikolog yang mati gila). katanya homoseksualitas adalah penyakit mental (mental illness), ini mengakibatkan homoseksualitas dianggap suatu "penyakit" karena menggunakan kata illness. setelah PD II ada suatu pertemuan asosiali psikolog amerika yang berdebat untuk menghilangkan homoseksualitas dari daftar penyakit mental, setelah berdebat panjang, maka dihapuslah homoseksualitas. dan WHO mengakuinya, so karena standar telah diubah, maka homoseksualitas kini tidak dianggap sebagai penyakit. ini juga merevisi penyataan saya sebelumnya bahwa homoseksual BUKAN penyakit, tetapi homoseksual PERNAH DIANGGAP SEBAGAI penyakit. thanx

o ya satu lagi... saya bukan psikolog, saya mahasiswa d3 penyiaran unpad. cuma saya memang tertarik sama yang gitu-gitu (general psychology, bukan yang mendalam banget)...
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
anak agung
Master Star!
Master Star!


Sejak: 04 Nov 2003
Post: 82

PostDikirim: Rab Jul 07, 2004 5:21 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

adi_jayanto wrote:
aku males nerjemahin... tapi singkatnya...


History
The history of psychology and homosexuality begins with the advent of psychology itself. The diagnosis of homosexuality as a psychological disorder or perversion, and thus as a predisposition, ironically contributed to its final classification as a separate sexual orientation. From then on, until its declassification as a psychological disorder in the 1970s, the psychology of homosexuality was frequently used to criminalize homosexuality itself. The emphasis shifted: instead of punishing the homosexual act, homosexuals were to be forcibly 'cured' under the law.

The first attempts to classify homosexuality as a disease were made by the fledgling European sexologist movement in the late nineteenth century. In 1886 noted sexologist Richard von Krafft-Ebig listed homosexuality along with 200 other case studies of deviant sexual practices in his definitive work, 'Psycopathia Sexualis'. In his work 'Sexual Inversion' Havelock Ellis first theorised on the origins of homosexuality, proposing that homosexuals, or 'inverts', were the product of a combination of upbringing and biological factors and that those not predisposed to homosexuality could become so if they had 'weak characters' and were so influenced.

Various other theories were exposed by sexologists along the lines that homosexuality was a physical disease, a 'third sex' or a psychological aberration. Most concluded that homosexuality was a curable condition. Various 'cures' were proposed including castration, hypnosis and aversion therapy.


Psychology and homosexuality
In 1896 Sigmund Freud's published his ideas on psychoanalysis. Dealing as it did with sexual urges, psychoanalysis was frequently used in the treatment of homosexuality, and much discussion of psychoanalysis was devoted to the issue of homosexuality as a paraphilia, or sexual disorder. For example, psychoanalysts theorised that castration anxiety was the basis for male homosexuality.

Because homosexuals were classified as mentally ill they were prevented from entering psychoanalytic training. This had the effect of preventing homosexuals from having a voice in the formation of psychoanalytical theory and this state of affairs persisted.

The rise of psychoanalysis popularised the idea of homosexuality as a disease. This increased the number of homosexuals placed in mental hospitals and prisons. Researchers attempted to use a variety of therapies to cure homosexuality, including "aversion therapy, nausea producing drugs, castration, electric shock, brain surgery, breast amputations, etc."[1].


The Post-War Years
The post-war era was seen as the start of the process to the eventual declassification of homosexuality as a psychological disorder. Evelyn Hooker carried out the first studies on non-patient groups of homosexuals and revealed many misconceptions regarding homosexuality on the part of the psychological community. Previous studies had been carried out purely on patient and prison groups of homosexuals. In particular, Hooker discovered there was no specific psychopathology linked to homosexuality and that there was as much psychological diversity in the homosexual psychology as in the heterosexual. These findings came as a surprise to many in the mental health professions at the time.

Similarly, the Kinsey report also revolutionised thinking on sexuality, and homosexuality in particular.


Declassification
In 1973 the American Psychiatric Association removed homosexuality from the revised Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) after intense debate. They stated that homosexuality "does not necessarily constitute a psychiatric disorder." Effectively, this saw its official acceptance as a viable sexual orientation and saw the increase in gay liberation throughout the Western world.

Many other associations across the world followed suit soon after. The American Psychoanalytic Association made similar steps and began accepting openly homosexual men and women. However, it wasn't until 1992 that the World Health Organisation ceased to classify homosexuality as a mental disorder, followed by the Chinese Psychiatric Association in 2001.


Issues
The declassification of homosexuality has largely ended the discussion of homosexuality as a mental disorder, at least among mental health professionals. This has allowed a much wider discussion of the origins of homosexuality, and in general what sexuality is.


Homosexuality as curable psychological disorder
As discussed above, the concept of 'curing homosexuality' or 'homosexuality as a disease' has been largely dismissed by mental health professionals. However, there persists a religious movement expounding an 'alternative' psychology that still regards homosexuality as a disorder and one that is curable through 'conversion' or reparative therapies.


lebih lengkap http://www.portaljuice.com/homosexuality_and_psychology.html

soal ini diteliti oleh freud, dari 1896 (sosiolog en psikolog yang meninggal gila). katanya homoseksualitas adalah penyakit mental (mental illness), ini mengakibatkan homoseksualitas dianggap suatu "penyakit" karena menggunakan kata illness. setelah PD II ada suatu pertemuan asosiali psikolog amerika yang berdebat untuk menghilangkan homoseksualitas dari daftar penyakit mental, setelah berdebat panjang, maka dihapuslah homoseksualitas. dan WHO mengakuinya, so karena standar telah diubah, maka homoseksualitas kini tidak dianggap sebagai penyakit. ini juga merevisi penyataan saya sebelumnya bahwa homoseksual BUKAN penyakit, tetapi homoseksual PERNAH DIANGGAP SEBAGAI penyakit. thanx

o ya satu lagi... saya bukan psikolog, saya mahasiswa d3 penyiaran unpad. cuma saya memang tertarik sama yang gitu-gitu (general psychology, bukan yang mendalam banget)...



Nah data yang saya dapat yang sesudah PD II dan itu juga di muat di majalah kerkini bahwa gay bukan penyakit.
Tolong kalau data yang relevan ya nga usah disebutlah, kan saya hanya mensuport teman-teman untuk Pede.

Intinya saat ini bahwa GAY BUKAN PENYAKIT.
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
adi_jayanto
Megastar!
Megastar!


Sejak: 12 Apr 2004
Post: 1302
Lokasi: Margahayu Raya, Bandung

PostDikirim: Kam Jul 08, 2004 12:07 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

anak agung wrote:
Nah data yang saya dapat yang sesudah PD II dan itu juga di muat di majalah kerkini bahwa gay bukan penyakit.
Tolong kalau data yang relevan ya nga usah disebutlah, kan saya hanya mensuport teman-teman untuk Pede.

Intinya saat ini bahwa GAY BUKAN PENYAKIT.


gini lho soal "data yang relevan". alkisah beberapa bulan yang lalu terjadi kegemparan di forum ini karena ulah salah satu tamu yang memprovokasi masyarakat di sini. karena itu, mulai saat itu masyarakat di forum ini mulai menyadari perlunya bukti atau data yang dapat mendukung omongan atau opininya di sini. data tersebut harus sedemikian sehingga dikenal atau diakui di seluruh dunia. kalo kamu nggak nyebutin bukti disini, bisa aja kamu dianggap asal ngomong. jadi baik kamu mendukung atau menolak, sebaiknya (dan seharusnya) disertai bukti yang cukup kuat untuk medukung pernyataan kamu. Thanx
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
satria
Moderator
Moderator


Sejak: 02 Apr 2004
Post: 47075
Lokasi: jerman ... jauh lho

PostDikirim: Sel Jul 13, 2004 11:00 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

sembarangan aja ngata-in gue ama anak anak pada sakit ... sakit apa sih emangnya ... ada obatnya nggak ... ayo anak anak ... jangan mau dikata-in sakit ya ... ha .. ha .. ha .. kita demo lo ntar ... nyahok sia ...
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kunjungi situs pengirim AIM Address Yahoo ID MSN Messenger
Laporkan ke Moderator
chocklate
Superstar!
Superstar!


Sejak: 05 Apr 2004
Post: 305
Lokasi: TPE

PostDikirim: Rab Jul 14, 2004 7:34 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Ahhhh,intinya aja yah.....!!!!Emang kalian semua pada berasa sakit apa????Nah kl gw sih berasa sehat sehat aja kok......,& kl masih ada yg percaya/bilang kl Gay itu penyakit....,abnormal...dll
Yah biarin aja..........urusan mereka sendiri aja pd blom beres malah ngurusin urusan ranjang org laen
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
adha
Superstar!
Superstar!


Sejak: 01 Mei 2004
Post: 334
Lokasi: yogyakarta

PostDikirim: Rab Jul 14, 2004 2:33 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

chocklate wrote:
Ahhhh,intinya aja yah.....!!!!Emang kalian semua pada berasa sakit apa????Nah kl gw sih berasa sehat sehat aja kok......,& kl masih ada yg percaya/bilang kl Gay itu penyakit....,abnormal...dll
Yah biarin aja..........urusan mereka sendiri aja pd blom beres malah ngurusin urusan ranjang org laen


Setuju!!!!!!!!!!! ..... gue setuju dengan chocklate.
Tapi, harus dingat juga ... budaya barat ama budaya indonesia lain friend .....


Terakhir diubah oleh adha tanggal Rab Jul 14, 2004 3:16 pm, total 1 kali diubah
Lihat profil user Kirim pesan pribadi AIM Address Yahoo ID MSN Messenger
Laporkan ke Moderator
forget...
Tamu





PostDikirim: Rab Jul 14, 2004 2:58 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

bahas ini bahas itu akhirnya buntut buntutnya ..... kesini lagi....?!!!

Laporkan ke Moderator
foreget...
Tamu





PostDikirim: Rab Jul 14, 2004 3:00 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

adha wrote:
chocklate wrote:
Ahhhh,intinya aja yah.....!!!!Emang kalian semua pada berasa sakit apa????Nah kl gw sih berasa sehat sehat aja kok......,& kl masih ada yg percaya/bilang kl Gay itu penyakit....,abnormal...dll
Yah biarin aja..........urusan mereka sendiri aja pd blom beres malah ngurusin urusan ranjang org laen


Setuju!!!!!!!!!!! ..... gue setuju dengan chocklate.
Tapi, harus dingat juga ... budaya barat ama budaya indonesia lain friend ..... kalau di barat sana kita mungkin bisa cuek .... tapi di Indonesia apa kita akan terus tahan dengan gunjingan orang tentang kita? ... gimana solusinya?


[size=14]akhirnya kesini sini lagi buntutnya.....??!!![/size]

Laporkan ke Moderator
Tampilan pesan sebelumnya:      
 Kirim balasan


 Navigasi:   



Topik selanjutnya
Topik sebelumnya
Anda tidak dapat mengirim topik pada forum ini
Anda tidak dapat menjawab topik pada forum ini
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda pada forum ini
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda pada forum ini
Anda tidak dapat mengikuti polling pada forum ini


BoyzForum! - forum gay Indonesia topic RSS feed 
Powered by phpBB © 2001, 2002 phpBB Group :: FI Theme :: Zona waktu menurut GMT +7 Jam

Dapatkan buletin BoyzForum Hot Topics! Isi email Anda :

This site is an Indonesia gay community forum. Membership is restricted to persons over 18 years of age.
Your use of this site implies agreement with our Forum Rules.
Situs ini adalah forum untuk komunitas gay Indonesia. Untuk keanggotaan harus berusia 18 tahun ke atas.
Dengan memakai forum ini Anda menyatakan setuju dengan Aturan Pakai.

Gabunglah dengan Yahoo! Group BoyzForum!