Indeks BoyzForum! - forum gay Indonesia BoyzForum! - forum gay Indonesia
www.boyzforum.com
 FAQ  •  Pencarian  •  Anggota  •  Group   •  Pendaftaran  •  Profil  •  Login ke Pesan Pribadi Anda  •  Login


 Apa pentingnya bahasa...? Topik selanjutnya
Topik sebelumnya
 Kirim balasan
Pengirim Message
forgetMeForgetMeNot
Supernova!
Supernova!


Sejak: 21 Nov 2003
Post: 4115

PostDikirim: Kam Des 16, 2004 11:03 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Surabaya Post, 11 Desember 2004

. Sirikit Syah

Apa pentingnya Bahasa?

Oleh Sirikit Syah


Seseorang ditembak mati karena penggunaan bahasa. Seorang menteri di pemerintahan Israel itu

sebelumnya berpidato yang dikutip media massa, bahwa "Bangsa Arab itu adalah two-legged beasts

(binatang berkaki dua). Bahkan melihat caranya beranak pinak, mereka sama dengan lice (kutu)."

Tak berapa lama kemudian, dia ditembak mati oleh gerilyawan Palestina.

Tak terhitung perang antar suku, antar bangsa, kerusuhan di kota besar yang plural, disebabkan oleh penggunaan bahasa. Hate speech. Pernyataan kebencian. Di Pasuruan, misalnya, tahun 1996, seorang pendeta menerbitkan selebaran gereja yang mengatakan "Nabi Muhammad adalah buta huruf penghuni goa." Maka terjadilah kerusuhan dan
pembakaran sejumlah gereja di wilayah Pasuruan hingga ke Situbondo, yang tentu saja pemberitaannya tak seheboh di era reformasi karena kami –para redaktur- dipanggil Bakortanasda dan diwanti-wanti untuk tidak melaporkannya. Atau kalau terpaksa dimuat, muatlah di halaman belakang, tanpa foto. Crew TV, jangan ekspos wajah sang pendeta, dst.

Sampai sekarang surat kabar prestisius The Christian Science Monitor tak mau menggunakan kata

"insurgent" untuk me-label gerilyawan Irak. Kata redakturnya, "Insurgent itu artinya pemberontak pada
pemerintahan yang sah. Lha, di Irak ini, mana pemerintahannya yang sah?" Sementara itu, ketika terjadi serangan 9/11 2001, CNN dalam pemberitaannya menggunakan banner "America under Attack". Ketika menyerang Afghanistan, CNN menggunakan banner "War on Terrorism".
Betapa tidak adilnya. Mengapa tidak "America Attacks Back", atau "Afghanistan under Attack too".

Kalau saja semua media berperilaku santun dan menghormatti bahasa seperti the Christian Science Monitor, mungkin Jake Lynch dan Annabel McGoldryck tak perlu meneruskan kampanye Johan Galtung tentang perlunya Peace Journalism. Dalam ajaran mereka (kami telah melatih lebih dari 200 wartawan di wilayah konflik di Indonesia dalam kurun waktu 2000-2002), penggunaan bahasa merupakan salah satu faktor penting pemicu konflik. Peace Journalism menganjurkan wartawan menghilangkan sterotye (seperti contoh di atas tentang bangsa Arab), membuang label (Tomy Winata marah besar kepada Tempo ketika disebut pemulung), menghilangkan kata sifat, tidak menggunakan kata-kata konotatif atau bermakna ganda, tidak hiperbola, dan seterusnya.

Media massa suka menulis adanya massacre (pembantaian) untuk sebuah pertempuran antar suku atau bahkan sekadar pembunuhan. Padahal yang dimaksud pembantaian hanya bila korban berjumlah banyak, dan para korban itu sedang tidak sadar akan diserang, dan tidak membawa senjata. Kalau para korban itu tengah berjaga-jaga dengan membawa senjata, itu bukan pembantaian, itu pertempuran. Apalagi kalau sopir angkot Kristen berkelahi dengan preman Islam, lalu keduanya terbunuh. Ini bukan pembantaian Islam atas Kristen atau sebaliknya (kasus konflik Ambon).

Media massa juga suka menggunakan kata `sadis'. Misalnya, "Perempuan itu membunuh pemerkosanya dengan sadis." Perempuan itu korban perkosaan dan dia membunuh karena membela diri. Tentu tidak sama dengan perbuatan yang dapat dikatagorikan `sadis', seperti membunuh karena merampok, mencuri, atau balas dendam, melakukan mutilasi pada tubuh korban dengan penuh kesadaran, menikmati proses pembunuhan, dst.

Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Merdeka Jakarta divonis bersalah oleh pengadilan dan dihukum penjara hanya karena penggunaan bahasa yang ceroboh (menggunakan metafor untuk tokoh riil). RM menulis "Mulut Mega Bau Solar" dan "Mega Lebih Kejam daripada Sumanto".

Bahasa dan logika

Salah satu syarat utama menjadi wartawan seharusnya penguasaannya atas bahasa, bukan sekadar ketrampilannya melakukan wawancara (lihat hasilnya di talk show TV dan radio, bagaimana mereka menjadikan diri mereka pusat perhatian dengan kelincahannya `menginterogasi' narasumber). Masih sering kita baca: "Pencuri itu berhasil ditangkap polisi". Siapa yang berhasil? Kalau pencuri berhasil, dia tak akan ditangkap polisi, bukan? Pernah juga saya dengar di televisi: "Sistem lalu lintas yang baru ini dapat memperlancar kemacetan." Kemacetan kok diperlancar?

Beberapa suratkabar menuai gugatan hanya karena menulis "koruptor", bukannya "diduga korupsi". Untuk kasus Laksamana Sukardi, beberapa media menulis "Lari", atau "Kabur". Harian Nusa menulis judul "Laks Diisukan Kabur". Bahasa yang digunakan Nusa sudah benar, tapi karena Laks terlanjur marah, Nusa digugat juga.

Noam Chomsky, linguist yang sangat kritis terhadap media barat, terus menerus mencatat penggunaan bahasa yang menyesatkan oleh media barat. Salah satu bukunya "International Terrorism" banyak mengupas pilihan kata media barat yang justru menimbulkan kekisruhan dunia. Dia menandai bagaimana seorang anak pelempar batu di Palestina
disebut "teroris" dan tentara Israel menggempur kamp pengungsian disebut "tindakan pencegahan". Siapa pula yang diberi label "Negara Arab Moderat" (tentu saja yang setuju dengan kebijakan AS!) dan siapa yang "fundamentalis".

Filsuf China Kong Hu Cu (Confusius, 1551-479 SM), ketika ditanya "Apa yang pertama kali dilakukan, seandainya terpilih menjadi pemimpin negara?", menjawab, "Tentu saja meluruskan bahasa." Jawaban ini mengejutkan. Lalu dia menjabarkan: "Jika bahasa tidak lurus, apa yang dikatakan bukanlah apa yang dimaksudkan. Jika yang dikatakan bukan yang dimaksudkan, apa yang seharusnya diperbuat tidak diperbuat. Jika tidak diperbuat, moral dan seni merosot. Jika moral dan seni merosot, keadilan akan tidak jelas arahnya. Jika keadilan tidak jelas arahnya, rakyat hanya berdiri dalam kebingungan yang tak tertolong. Maka, tak boleh ada kesewenang-wenangan dengan apa yang dikatan. Ini paling penting di atas segala-galanya."

Pada akhir tahun 2002, sebuah perhelatan Miss World membuat 200 orang tewas dan puluhan bangunan hancur di Nigeria. Pasalnya, publik yang mayoritas Islam telah menolak penyelenggaraan Miss World itu. Apalagi di bulan Ramadhan. Namun pemerintah tetap mengizinkan pelaksanannya.


Mengkritik para pemrotes kontes Miss World itu, seorang penulis menulis di harian Today. "Seandainya Nabi Muhammad masih hidup, mungkin dia akan memilih satu di antara kontestan untuk menjadi istrinya." Rakya marah, terjadi kerusuhan, bentrokan dengan tentara, 200 orang tewas, puluhan mobil dan bangunan dibakar. Contoh ini menggambarkan apa yang dimaksudkan oleh Kong Hu Cu. Kepala negara, penulis yang berpengaruh, jurnalis, mesti hati-hati menggunakan
bahasa. Bila bahasa tidak lurus (Nabi Muhammad tidak pernah memperistri orang karena daya tarik fisik!), dunia kisruh dan porak poranda. Nigeria telah mengalaminya.

Seorang kawan mengatakan, "Bahasa adalah dasar peradaban. Pembentuk karakter. Alat ukur logika. Persoalan pendidikan di Indonesia adalah lemahnya pengajaran bahasa. Tanpa penguasaan bahasa, sains dan tehnologi mustahil berkembang." Anda tentu mengira kawan saya itu seorang ahli atau sarjana bahasa. Bukan. Dia seorang insinyur.
Menurutnya, insinyur adalah manager, dan manager mesti menggunakan bahasa yang benar agar komunikasi efektif dan pekerjaan berjalan lancar. Tulisan ini saya persembahkan untuk dia sebagai penghormatan saya atas penghormatannya terhadap bahasa.

Sirikit Syah
Waka Stikosa-AWS


Sejak sekolah dasar kita semua diajari bahwa "Bahasa menunjukkan
bangsa". Namun tak pernah kita diingatkan bahwa "Bahasa menunjukkan
siapa Anda."
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
Oktora_Rain
Superstar!
Superstar!


Sejak: 04 Nov 2004
Post: 295
Lokasi: ngelanjutin S2(Malaysia)

PostDikirim: Min Des 19, 2004 5:16 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

bahasa adalah universal, bahasa adalah ciri suatu bangsa, bahasa adalah alat komunikasi, lewat bahasa kita bisa mencurahkan segala apa yg ada dalam hati kita, itulah bahasa banyak fungsinya.......................
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email
Laporkan ke Moderator
Atun
Megastar!
Megastar!


Sejak: 16 Des 2007
Post: 951

PostDikirim: Jum Feb 15, 2008 10:19 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Oktora_Rain wrote:
bahasa adalah universal, bahasa adalah ciri suatu bangsa, bahasa adalah alat komunikasi, lewat bahasa kita bisa mencurahkan segala apa yg ada dalam hati kita, itulah bahasa banyak fungsinya.......................

Lgsg inget bhs kalbu.
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
calberuz
Supernova!
Supernova!


Sejak: 24 Jan 2008
Post: 10547
Lokasi: disana....

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 8:46 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Atun wrote:
Oktora_Rain wrote:
bahasa adalah universal, bahasa adalah ciri suatu bangsa, bahasa adalah alat komunikasi, lewat bahasa kita bisa mencurahkan segala apa yg ada dalam hati kita, itulah bahasa banyak fungsinya.......................

Lgsg inget bhs kalbu.

titi dj kaleee
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
bolot
Master Star!
Master Star!


Sejak: 05 Jan 2008
Post: 121

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 8:50 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Atun wrote:
Lgsg inget bhs kalbu.

emang top banget dah mie ayam kaldu
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
calberuz
Supernova!
Supernova!


Sejak: 24 Jan 2008
Post: 10547
Lokasi: disana....

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 8:57 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

bolot wrote:
Atun wrote:
Lgsg inget bhs kalbu.

emang top banget dah mie ayam kaldu



bolot bolot nyambung dikit keq...
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
bolot
Master Star!
Master Star!


Sejak: 05 Jan 2008
Post: 121

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 9:00 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

calberuz wrote:
bolot wrote:
Atun wrote:
Lgsg inget bhs kalbu.

emang top banget dah mie ayam kaldu



bolot bolot nyambung dikit keq...

aye selalu nabung dong..bekel anak cucu
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
calberuz
Supernova!
Supernova!


Sejak: 24 Jan 2008
Post: 10547
Lokasi: disana....

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 9:10 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

bolot wrote:
calberuz wrote:
bolot wrote:
Atun wrote:
Lgsg inget bhs kalbu.

emang top banget dah mie ayam kaldu



bolot bolot nyambung dikit keq...

aye selalu nabung dong..bekel anak cucu


NYAMBUNG PAK!!! bukan nabung
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
dennyfishman
Master Star!
Master Star!


Sejak: 29 Mei 2004
Post: 152
Lokasi: Bali

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 9:56 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

forgetMeForgetMeNot wrote:
Masih sering kita baca: "Pencuri itu berhasil ditangkap polisi". Siapa yang berhasil? Kalau pencuri berhasil, dia tak akan ditangkap polisi, bukan? Pernah juga saya dengar di televisi: "Sistem lalu lintas yang baru ini dapat memperlancar kemacetan." Kemacetan kok diperlancar?




Gue juga suka pusing kalo denger berita di TV, misalnya;

"Dalam pertemuan itu membicarakan masalah korupsi".
Alamak, mana subyek-nya???.

Apa susahnya sih bilang:
"Pertemuan itu membicarakan...", atau;
"Dalam pertemuan itu dibicarakan..."

Gue ga ngerti, yang goblok wartawannya atau redaksinya, tapi kok ya bisa lolos ke on-air??? Penyiarnya juga kaga punya inisiatip untuk mengkoreksi. Padahal itu stasiun TV sekelas RCTI dan SCTV gitu loh....
Satu-satunya media yang paling peduli dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar kayaknya cuma Kompas doang. Yang namanya salah ketik aja kayaknya ga pernah ada.

Sorry gue agak emosi. Soalnya kerjaan gue berhubungan dengan pengajaran bahasa.

Tapi kalo di Boyzforum sih paling enak pake bahasa banci....
Yuk mariii....
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
Ibu_tiri
Megastar!
Megastar!


Sejak: 09 Sep 2006
Post: 1010
Lokasi: Shanty Town

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 3:00 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Oktora_Rain wrote:
bahasa adalah universal, bahasa adalah ciri suatu bangsa, bahasa adalah alat komunikasi, lewat bahasa kita bisa mencurahkan segala apa yg ada dalam hati kita, itulah bahasa banyak fungsinya.......................



yakin loh..bahasa itu universal..???lol..
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
abxis
th3 r1gth 0n3
th3 r1gth 0n3


Sejak: 02 Mei 2007
Post: 17343
Lokasi: M3tR0poLiT4n

PostDikirim: Sab Feb 16, 2008 3:09 pm Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Intina belajar bhs yg bener ajijah dulu lol
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
vena melinda
Superstar!
Superstar!


Sejak: 04 Jan 2008
Post: 228

PostDikirim: Min Feb 17, 2008 12:39 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

pakai bahasa tubuh lebih enak....
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
de Hati
Supernova!
Supernova!


Sejak: 05 Mar 2007
Post: 3373
Lokasi: Jakarta Barat

PostDikirim: Min Feb 17, 2008 2:05 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

kalau di boyzforum, paling terganggu dengan penggunaan "di". kalau menunjukkan tempat (nyata atau abstrak) di mesti dipisah, misalnya: "di sini," bukan "disini.".

"di" nyambung cuma kalau untuk menunjukkan kalimat pasif. misalnya "dimakan"
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Laporkan ke Moderator
Artis JKrecords
Master Star!
Master Star!


Sejak: 03 Okt 2007
Post: 107

PostDikirim: Min Feb 17, 2008 2:07 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

de Hati wrote:
kalau di boyzforum, paling terganggu dengan penggunaan "di". kalau menunjukkan tempat (nyata atau abstrak) di mesti dipisah, misalnya: "di sini," bukan "disini.".

"di" nyambung cuma kalau untuk menunjukkan kalimat pasif. misalnya "dimakan"


'aku sedang diesong' benar tidak ?
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
Ibu_tiri
Megastar!
Megastar!


Sejak: 09 Sep 2006
Post: 1010
Lokasi: Shanty Town

PostDikirim: Min Feb 17, 2008 6:05 am Balas dengan kutipan Kembali Ke Atas

Artis JKrecords wrote:
de Hati wrote:
kalau di boyzforum, paling terganggu dengan penggunaan "di". kalau menunjukkan tempat (nyata atau abstrak) di mesti dipisah, misalnya: "di sini," bukan "disini.".

"di" nyambung cuma kalau untuk menunjukkan kalimat pasif. misalnya "dimakan"


'aku sedang diesong' benar tidak ?



itu benerr bangettttt nget ngettttttttt...lol
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Laporkan ke Moderator
Tampilan pesan sebelumnya:      
 Kirim balasan


 Navigasi:   



Topik selanjutnya
Topik sebelumnya
Anda tidak dapat mengirim topik pada forum ini
Anda tidak dapat menjawab topik pada forum ini
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda pada forum ini
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda pada forum ini
Anda tidak dapat mengikuti polling pada forum ini


BoyzForum! - forum gay Indonesia topic RSS feed 
Powered by phpBB © 2001, 2002 phpBB Group :: FI Theme :: Zona waktu menurut GMT +7 Jam

Dapatkan buletin BoyzForum Hot Topics! Isi email Anda :

This site is an Indonesia gay community forum. Membership is restricted to persons over 18 years of age.
Your use of this site implies agreement with our Forum Rules.
Situs ini adalah forum untuk komunitas gay Indonesia. Untuk keanggotaan harus berusia 18 tahun ke atas.
Dengan memakai forum ini Anda menyatakan setuju dengan Aturan Pakai.

Gabunglah dengan Yahoo! Group BoyzForum!